Total Tayangan Halaman

Rabu, 11 April 2012

Cahaya Pencerahan: Bila Cinta tak terbalas (kasih tak sampai)

Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.”

Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.

Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.

Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta –seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.

Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.

Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.

Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.

Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT. Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

#### Percayai qadla

Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya.” (HR.Bukhari)

Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita ‘Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya’ . Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?

Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.
#### Bersiap untuk cinta dan bahagia

Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti, demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.

Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, “berani-beraninya. .. atau apa yang kurang dari saya…..

Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.

Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.


“Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)



#### Bukan Aib


Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’ . Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

#### Kita mungkin takkan Bahagia’ jika dengan dia


Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan. Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar ‘perceraian’? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu’alam bi ash shawab
Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. ( Al-Baqarah[2] :229 ) . Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari. Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.

Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.

Saya tak mungkin berbahagia tanpanya’



ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia. Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.





Cinta membutuhkan waktu



“maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan- pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil. Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar –contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah



Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna


Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan.” Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb. Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi ‘yang penting akhwat” atau “yang penting ikhwan”. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan. Maka doa kita kepada Allah bukanlah,”berikanlah padaku pasangan yang sempurna” tetapi “ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.

Kekuatan Ruhiyah


Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da’wah lalu setiap akhwat mendambakannya. Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita “luar biasa” berjodoh dengan yang ‘biasa-biasa’ . Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia.

Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.



Beri cinta kesempatan (lagi)

……….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS. Yusuf[12]:87 )

Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. love is knocking outside the door.’

Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.
“Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)

“Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu.” (HR.Ahmad)












Sabtu, 07 April 2012

Alhamdulilah, Masih diberi Nafas Kehidupan.

Bismillahirohmanirohim..

Alhamdullilah,
Di pagi yang cerah ini, aku masih di beri nafas kehidupan untuk melihat indahnya dunia ciptaan Sang Mahakuasa.
8 april,
yaa.. itu tanggal kelahiran ku ^^. Tepat hari ini usia ku bertambah 1 lagi ..hee ("twenty") jadi kepala dua sekarang.
Ini pertama kalinya aku nulis di hari milad ku, jadi bingung mau nulis apa'an.
Di hari Milad ku ini ada sisi deg-degannya juga sih, selain usia ini bertambah dalam angka tapi bila dilihat dari sisi lamanya kehidupan, usia ku bisa di bilang sekarang berkurang :o.
ya Allah di usia ku sekarang aku sangat mensyukuri nikmat, anugrah serta petunjuk" yang telah Engkau berikan pada ku. Hingga aku sekarang menyadari bahwa apa yang kau beri dan kumiliki didunia ini begitu indah. Di balik kesadarn itu, aku pun menyadari bahwa semuanya ini tak kan lama, ini semua tak kan abadi. Apa yang kumiliki hanya pinjaman dari-Mu.

Ya Allah ya Tuhan ku..
Aku merindukan Alm.Ayah dan Almh.Nenek yang telah Engkau berikan pada ku, aku merindukan mereka. ^^ Ayah yang begitu melindungi aku dan nenek yang begitu sangat menyayangi aku, aku bangga pernah memiliki mereka di kehidupan aku ya Allah. Ya Allah sayangilah mereka disana bersamamu, dan sayangi pula kami yang masih berada dalam dunia fana ini. Sampaikanlah sayang, dan maaf q pada mereka ya Allah. Ana sangat menyayangii mereka  T_T.
11 tahun ayah gak ada di sisi kehidupan aku, dan nenek lah yanng menjadi orang yang selalu mengikuti perkembangan aku dari anak-anak hingga usia 19 tahun, dan sekarang di usia ke 20 ini nenek udah gak ada. Mungkin nenek udah selesai dengan tugasnya untuk membesarkan cucu"nya ini selama mama bekerja. Mungkin nenek sudah bisa melepaskan aku sendiri, dan mengangap aku sudah mampu menjalani kehidupan ini dan yang pastinya ini adalah takdir.

Ya Allah, Engkau perlihatkan aku tentang kebesaran-Mu. Engkau beri kesempatan aku untuk menjadi manusia yang lebih baik, Ya Allah jauhkan lah aku dari kesombongan dan sifat-sifat tercela dan mudahkan lah jalan ku untuk menjadi sorang wanita yang sholehah, anak yang bisa membanggakan mama, berbakti dengan kaka", dan panutan yang baik untuk keponakan"ku. Ya Allah, saat ini mama dan kaka lah yang menjadi motivator aku dan keponakan" ku lah yang menjadi penghibur aku ketika aku merasa sepi dan Engkaulah ya Allah tuhan ku tempat ku mengadu. Engkau berikan pula teman-teman yang begitu baik pada ku.

Ya Allah semua perubahan ini ku rasa berawal dari dimana engkau mengenalakan aku dengan FK, mengenalkan aku dengan KSI, mengenalkan aku dengan orang-orang yang di dalamnya orang-orang pilihanmu ya Allah. Subhanallah, aku mampu keluar dari ana yang dulu yang selalu merasa gelisah.
Ya Allah jangan sesatkan kami setelah kami Engkau beri petunujuk dan jangan hukum kami ya Allah jika kami lupa.

*Kokohkan umat islam di negeri ini ya Allah..*Bantu Ana ya Allah untuk membahgiakan mama dan kaka" ana..
*Lancarkan kuliah Ana ya Allah..*mudahkan ana menggapai cita" ana..*ampuni dosa-dosa kami ya Allah..*ampuni  dosa-dosa orang yang telah mendahului kami..*tentramkan Negeri ini ya Allah..

amin ya rabb..





Rekomendasi buat kawan-kawan Muslimah

Bismillaah

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.
 Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,

"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya
 
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

1. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

2. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.
 
3. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

4. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
 
5. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu? 
 

. *Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

2. *Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

3. *Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

4. *Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

  5. *Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

6. *Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

7. *Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.

Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

 

Jumat, 06 April 2012

JILBAB itu KEWAJIBAN, BUKAN TREND !

Jilbab sebenarnya merupakan salah satu bagian pakaian wajib bagi perempuan, seperti dalam firman Allah SWT,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Namun sayangnya sekrang jilbab dialihfungsikan menjadi trend atau gaya busana untuk tampil menarik. sepertinya yang terjadi di lingkungan kita saat ini para perempuan menjadikan jilbab hanya sebagai salah satu trend dalam berpakaian saja.
Saat ada acara keagamaan atau pada hari raya ramai-ramai memakai jilbab. Lepas dari moment itu, kembali auratnya dibiarkan diterpa angin. Tidak memandang mereka artis atau bukan, fenomena seperti ini sering kita jumpai di sekitar kita.

Dalam konteks lain, sering pula kita jumpai mereka yang memakai jilbab hanyalah untuk menutupi rambutnya yang menurut mereka sendiri kurang bagus. Namun di kesempatan lain kita dibuat tertegun saat dengan santai dan bangganya ia berjalan di depan umum dengan memamerkan rambut barunya yang baru saja direbonding.

Alasan lain wanita memakai jilbab ternyata hanya karena ia sering dipuji lebih cantik jika memakai jilbab. Sedangkan hatinya sebenarnya merasa enggan memakai jilbab. Ia memakai jilbab namun terkadang pakaian yang ia kenakan menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya. Hal ini oleh nabi sering disinggung sebagai “wanita yang berpakaian tapi telanjang.” Sayang sekali, karena mereka yang berpakaian ketat atau seksi sudah dijelaskan tidak akan mencium bau surga. Mencium baunya saja diharamkan, apalagi tinggal di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Dengan alas an bahwa berbagai perilaku seperti di atas masih lebih baik daripada sama sekali tidak pernah memakai jilbab atau bahkan menghalangi wanita lain untuk berjilbab, mereka seolah-olah ingin ‘mencurangi’ hukum Islam. Seharusnya setiap muslimah memahami bahwa berjilbab itu merupakan suatu kewajiban. Ia mengenakan jilbab karena benar-benar diniatkan mengharap ridha Allah. Hal ini senada dengan sabda rasul yang menyatakan bahwa suatu amal itu tergantung dari niatnya.
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إنما الأعمال بالنيات, وإنما لكل امرئ ما نوى. فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله, ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها, أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه. {رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما الذين هما أصح الكتب المصنفة}.
Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Insya Allah jika segala sesuatu diniatkan karena Allah, Dzat Yang Abadi, suatu perilaku itu juga akan abadi meski banyak godaan dan hambatan untuk tetap istiqamah.

Note Penulis (dakwatuna.com): Jilbab di sini lebih cenderung saya artikan sebagai kerudung karena di lingkungan kita lebih sering dipahami seperti itu. Sedangkan pengertian jilbab, kerudung, burka, dsb sudah banyak diulas di berbagai artikel.

Pandangan Ana

ini yang q dengar dari omngan mereka, islam agama yang anarkis.. islam yang membuat ke'onaran.. islam yang gak mau toleran..
huuhh... statment yang membuat diri q gusar...
ada pun dari mereka yang meng'iya kan..mereka yang gak peduli agama.. mereka yang senang kebebasan yang luar biasa tak ingin terikat aturan agama dan mereka yang gak takut dengan larangan Allah..astagfirullahh...

"my opinion"
Lahirnya seperti statment di atas, buat q itu menjadi sebuah kemenangan bagi orang-orang yang membenci islam, Orang-orang yang ingin menghancurkan islam, memecahbelahkan umat islam. Orang-orang seperti itu lah yang mengawali semuanya ini. Bukan berfikir negetif, tapi ini hasil pemikiran saya sendiri untuk membela agama saya. Jika kita teliti kemarahan dan bentuk kegusaran umat islam sekarang itu adalah bentuk kegerahan terhadap budaya"yang bebas keluar masuk di negeri ini. yang seprtinya memang sudah menjadi bagian rencana mereka" yang ingin menjatuhkan islam, seperti sebuah pancingan begitu. kekokohan dalam umat islam membuat orang" yang membenci islam mencari taktik agar umat islam ini terpecah dan saling menyalahkan dan ini mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. kalo di pribahasa kan tuh banyak, banyak bangettt jika di perumpamakan. KELICIKAN ! mereka ingin islam yang terpuruk dan hancur. Gak salah buat saya kalo teroris-teroris itu lahir, toh kelahiran mereka ingin membebaskan kedzhaliman yang ada saat ini. yaa.. memeng kalo kita pandang dengan hati nurani melihat teroris itu kaya gak manusiawi karna meyebabkan kematian orang yang gak tahu menahu,gak bersalah katanya. Untuk pribadi aq sendiri, teroris itu gak usah diburu" gt. asalkan pemerintahan negeri ini benar-benar pandai menyaring hal-hal yang pantas dan tidak pantas !!

'just my opinion'

Selasa, 03 April 2012

Dalam Kehidupan

Banyak terlihat wanita bangga menggunakan celana pendek dan kaos yang kentat. Mereka bangga dengan menunjukan kulitnya yang mulus dan putih serta lekuk tubuhnya yang indah. Memiliki pacar, serta teman-teman lelaki yang seperti preman. Itu mereka anggap 'MODE' untuk menjadi orang-orang yang 'GAUL (gak ketinggalan Zaman)' biar gak di anggap katro. Parahnya, setiap mereka melihat wanita berjilbab, baju-baju yang lebar yang menutupi lekuk tubuh, mereka tertawa hingga terbahak-bahak, menjadikan sebuah tema lelucon yang menarik dan lucu 'KAMSEUPAY katanya' (astagfirullah)..  apa yang kalian tertawakan ??? ...
mungkin saat ini kalian bisa tertawa, tapi sadarkah kalian wanita-wanita yang menutup aurat, yang kalian tertawakan itu, mereka adalah wanita yang menjaga dirinya, wanita yang menjalankan perintah Allah, wanita yang Sholehah (Amin ya Rabb)..
Saat itu berarti kalian mentertawakan perintah Allah, Allah yang menciptakan kamu ???...
mungkin saat ini kalian bisa tertawa sepuasnya, tapi jika di akhirat mereka yang kamu tertawakan di dunia memasuki surganya Allah dan kamu terperosok ke neraka ???..  Masih sanggup kah kamu mentertawakannya ???..
TIDAK !! jangankan untuk tertawa, mengucapkan sebuah kata-kata pun mungkin disaat itu tak akan sanggup. Mungkin yang ada hanya jeritan, teriakan dan rintihan kesakitan akan panasnya api neraka(Naudzubillahmindzalik).

*semoga kita selalu berada dalam golongan orang-orang yang Allah cintai. Amin ya Rabb..



 

Senin, 26 Maret 2012

ini mimpi Ana ..

Sebelumnya ..
Disaat mama melahirkan Ana, pasti mama berharap anak yang dilahirkannya inimenjadi anak yang sholeha, berbakti, dan sukses. Semoga Ana bisa mencapai semuanya. Ini Ana ucapkan terimaksih atas dorongan  serta semangat yang mama dan kakak-kakak Ana berikan. serta Alm.Ayah dan Alm.Nenek Ana yang tercinta yang menggambarkan sprit untuk Ana.


ok ! Startiiing....
"Kriiingggg.... Kriiiiinngggg" Alarm dari jam weker berdering. Waktu saat itu menunjukan pukul 04.00 pagi. Dengan keadaan setengah sadar q ambil air wudhu untuk sholat tahajud dan ternyata q mendapati suami dan ke-3 anak q sudah sholat tahajud duluan. Subahnallah.... amiinn .. ^^
Disenggangala sesuatu p waktu menunggu Adzan Shubuh, suami q mempersiapkan segala sesuatu peralatan yang dibutuhkannya bekerja, sbagai seorang yang berkecimpung pada dunia kesehatan  (insya Allah ^^) , mengabdi membantu masyarakata dengan Adil tanpa membedakan status sosial kepda pasiennya. Sebagai seorang istri dan ibu aq menyiapkan makanan untuk sarapan suami dan anak-anak q serta bekal anak-anak. Setelah selesai semuanya suami q pun mengajak q dan ketiga anak q nanti sholat shubuh berjamaah (amin ^^).
Selesai sarapan, tepat jam 7 suami berangkat kerja dan ke-3 anak q berangkat sekolah. Kemudian giliran aq berangkat bekerja dengan persiapan yang sudah q siapkan tadi malam sebagai hasil diskusi dengan suami q. Sebagai sorang Psikolog aq bekerja membantu, memberikan dorongan, motivasi bagi pasien yang membutuhkan bantuan psikis. Q bantu mereka dengan mencari solusi dalam permasalahan yang ada dan masalah yang mungkinsudah mengganggu jiwa mereka. Dengan toeri-teori yang saya dapatkan dan Syar'i shingga menjadi sebuah pemahamman. Di balik pekerjaan Q sebagai Psikolog , dirumah pun aq berperan sebagai Psikolog bagi anak;anak q nanti. Dimana  aq melihat bagaimana tugas-tugas perkembangan mereka tercapai, mengamati perkembangan kognitif mereka disetiap fase-fasenya, sosialisasi mereka dan msih banyak lagi.
Siang pun tiba, disaat itu anak-anak msih berda disekolah. tak lupa aq dan suami menlpon mereka untuk mengingatkan jang lupan sholat dzuhur. Seketika itu hp q berdering, ternyata suami meminta aq mengantarkan makan siang. Berhubung pekerjaannya mengurus dan mengobati pasien begitu padat mengakibatkan begitu sulitnya  untuk keluar mencari makan. Sebagai seorang istri, dengan senang hati  q mengantarkan makanan kesukaannya ke tempatnya bekerja di Rumah sakit. Dengan senyuman dia menyambut q dengan hangat saat q memasuki ruangan kerjanya tetapi, aq tak bisa lama berada disana karena pekerjaan saya dan dia menunggu.
sebelum Ashar "mungkin" q sudah pulang dan berada dirumah. Dengan disambut ke-3 anak q yang sudah pulang duluan, tiba-tiba terucap kata-kata ajakan anak laki-laki q yang paling besar kepada kedua adiknya dan diri q untuk sholat ashar bersama dengan dia menjadi imam. dengan bahagia q tersadar Anak q sudah mampu menjadi imam ke-2 q ketika Abinya belum pulang dari bekerja (subhanallah.. amin ya Allah T_T).
* disaat itu q teringat mimpi dan harapan q saat masa awal-awal kuliah, dimana aq sering menghayal bersama teman q Aulia yang disaat itu juga mendapati khayalannya yang berupa mimpi menjadi kenyataan . Amin ya Allah.

BERSAMBUNG !

Sabtu, 21 Januari 2012

thank's to Allah -- untuk semuanya ini :D

Rasa syukur yang sangat teramat dalam atas-Nya,, saya bisa kuliah di salah satu universitas negeri di banjarbaru.. yaa ,, saya bersyukur dapat mengenal Fakultas kedoteran ,, mengenali lingkungannya ,, teman-temannya. dan yang sangat berati saya bisa mengenal sebuah organisasi KSI dan sosok orang yang membuat saya melanjutkan ,, mewujudkan niat saya yang sebelumnya belum terlaksana . Semua ini mungkin Allah kenalkan dan perlihatkan kepada saya untuk saya bangkit dari sebuah pengalaman yang membuat saya *down sebelumnya. pengalaman yang membuat saya membuang waktu dengan hal yang sangat tak berguna. Namun ,, meski saya bukan anggota dari sebuah organisasi KSI ,, tetapi saya sangat suka ikut kegiatan mereka yang membuat saya mengenal lebih jauh lagi tentang Agama saya ,, mengenal Allah Lebih dalam.. sesuatu hal yang mendekatkan pada sebuah keislamian ternyata begitu mengasyikan dan seru ,, dan mencintai Allah membuat kehidupan ini terasa berarti. semua ini sebelumnya tak pernah saya dapatkan ,, dan saya belum pernah rasakan dan begitu pula ada sosok seseorang yang membuat saya semangat di kampus *hee .. yaaa.. sebagai wanita yang normal ,, yang punya perasaan ,, ada sosok ikhwan yang membuat jantung saya ini berdegub kencang dikala melihatnya. meskipun begitu ,, saya berusaha tidak berharap yang begitu berlebihan sehingga saya mencoba untuk tidak menggubris perasaan ini. *cukup buat saya hanya sekedar perasaan anak muda yang labil,, karna saya tidak ingin perasaan ini melebihi perasaan saya terhadap sang pencipta. saya ingin memfokuskan hidup pada jalan yang benar. meski terkadang bayangan wajah ikhwan itu sesekali terbesit di ingatan begitu saja *hee...

saat ini ikhwan itu sudah tidak sepenuhnya aktif di kampus Bjb ,, mendengar dia pindah rumah ke daerah yang dekat dengan kampus kami yang baru dibangun (tepatnya kampus dia sih,, kan beda prodi ceritanya) ,, jujur saja perasaan ini menciut ,, sedih ,, merasa tak ada lagi sosok yang begitu di kampus.. bikin bete deh rasanya.. hawa kampus jadi gak seruu..hemmphh... saya hanya bisa mendo'a kan dia  *semoga kuliahnya lancar ,, cepat Lulusnya ,, semoga selalu tetap jadi ikhwan yang rendah hati ,, gak sombong pastinya ,, tetap seperti ini !! mencintai Allah dan Rasulnya ,, rajin Sholat dan dakwah tetap jalan ,, dan semoga menjadi Dokter yang bener-bener Dokter yang mengabdi pada agama untuk kebaikan masyarakat ..
:D haaahaaahaaaaa apa-apaan ini ,,ckkckck .... husst!!
cukup sudahlah saatnya untuk Fokus ,, ini semua Rencana Allah .. di balik semua ini sudah terencana dengan baik.. segala sesuatunya sudah teratur dengan jalannya masing-masing.. kehendak kita hanya sebuah proses yang dinilai oleh sang pencipta . yakin ini yang terbaik ,, kita tumbuhkan semangat yang baru .. tanpa mikirin cowo-cowo lagi Ana !!.. biarakan semuanya berjalan dengan apa adanya .. kita sebagai manusia melakukan yang terbaik aja buat hidup ini ,, melakukan segala sesuatunya selalu berkontribusi dengan akhirat. agar hidup ini gak monoton !!


**dalam cerita ini saya gak tau sebenernya nyeritain apa curcol,, hee.. terkadang saya cerita juga bleber kemana-mana.. haa :D .. yo wess lah  .. yang penting asyik .. yang penting suka-suka.. yang penting halal ..

Senin, 16 Januari 2012

bagaimana islam menempatkan Cinta ?

  • Wujud cinta seorang hamba terhadap Allah dan Rasulnya, tiada lain hanya dengan cara mengikuti syari’at yang telah ditetapkan oleh Allah.
    Katakanlah: ‘”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Ali Imran : 31)
  •  Cinta hamba terhadap Allah dan Rasulnya, mengalahkan terhadap cintanya kepada yang lainnya, tak terkecuali anak dan istrinya bahkan jiwanya.
    Katakanlah: ‘jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (Qs. At Taubah [9]: 24)
  • Terhadap saudara kita seaqidah, haruslah kita mencintainya seperti kita mencintai diri kita sendiri, bahkan lebih dari cinta kita terhadap diri kita sendiri.
  • Islam juga menjelaskan bagaimana cinta kita terhadap orang kafir. 
    Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (Q.s Al Fath [48]: 29)
  • Islam mengajarkan bagaimana cinta seorang anak terhadap bapak ibunya.  “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. (Ali-Imran[3]:76)
  •  
  • Bagaimana cinta Allah terhadap hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa. Cinta Terhadap Pujaan Hati?
    • Mengenai cinta ini Allah membuat aturannya yaitu dengan jalan pernikahan. Pernikahan adalah sarana yang halal dalam rangka menyalurkan perasaan cinta.
    •  ^^ 

  • Bagaimana ketika kita murtad (tidak lagi memeluk ajaran Allah) ?
    • Allah tidaklah membutuhkan cinta kita, tapi kitalah yang membutuhkan cintaNya.                                                                                                                         

Minggu, 15 Januari 2012

CINTA ≠ PACARAN why ??


  • Pacaran adalah cinta yang di salurkan dengan salah kaprah. Dengan dalih cinta, kadang-kadang pacaran jadi melegalkan yang tidak diperbolehkan sebelum menikah.
  • Berkaitan dengan Islam, jangan anggap bahwa semua ini adalah kejam. Tidak begitu sebenarnya, Islam sangat menghargai perasaan cinta. Bahkan menjunjung tinggi cinta, dengan tidak menganggap bahwa cinta itu adalah hal yang rendah.
  •  Pacaran merupakan hal yang dianggap biasa tapi itu semua dapat menjadi luar biasa. Dimulai dari pandangan kemudian turun kehati lalu diungkapkan melalui mulut hingga pada akhirnya pada perbuatan zina.  “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. 17:32)
  • Menggantungkan harapan cinta itu kepada manusia, pasti yang ada kekecewaan, karena kemampuan manusia terbatas. Ia tidak bisa memastikan, ia tidak bisa menjadipenentupasti,manusiatetaplah manusiadengan segala kelemahannya. " Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah." ( QS. An-Nisa,28)
  •  Kekuatan Hati adalah Solusi Problematika Cinta : . Salah satu kunci kenyamanan hidup dimulai dari bagaimana kita mampu membangun suasana hati ,, Melepaskan segala ego, kesombongan, dan sebongkah egoisme dalam diri kita ,, . Dan ingatlah penempatan cinta itu tidaklah membabibuta, sebagai orang muslim kita haruslah mengikuti perintah Allah, begitu juga ketika menempatkan cinta Kita harus menempatkan cinta terhadap Allah diatas cinta yang lainnya.
  • Amat jelas dan terperinci sekali penjelasan Allah dalam ayat-ayatnya, masihkan kita mengikuti arus dimasyarakat yang menjadikan cinta sebagai tolak ukur kehidupan ,, 
    "Hanya al-Qur’an dan as-Sunnah sajalah yang pantas untuk kita jadikan tolak ukur dalam kehidupan kita."